BeritaDaerah

Bakti Religi Polres Tasikmalaya di Masjid Agung Tuai Pujian, Ada Apa di Balik Aksi Humanis Ini?

TASIKMALAYA, RubrikJabar.com – Jajaran kepolisian menggelar agenda Bakti Religi Polres Tasikmalaya di Masjid Agung Mangunreja guna menyambut Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026. Kapolres Tasikmalaya memimpin langsung aksi sosial yang berlangsung pada hari Jumat pagi ini sejak pukul 08.00 WIB. Selain itu, kegiatan ini bertujuan utama untuk mempererat silaturahmi antara aparat penegak hukum dan warga Kabupaten Tasikmalaya.

Seluruh Pejabat Utama (PJU) beserta para Kapolsek tampak hadir mendampingi jalannya kerja bakti massal ini. Oleh karena itu, suasana kebersamaan begitu kental terasa saat para personel membersihkan area rumah ibadah tersebut. Sementara itu, warga setempat menyambut kehadiran para anggota polisi dengan penuh antusias.

Ketua Bhayangkari Cabang Tasikmalaya, Ny. Devy Wahyu, juga ikut turun ke lapangan untuk menyapu halaman masjid. Kehadiran beliau memberikan motivasi tambahan bagi seluruh peserta yang berada di lokasi acara. Di sisi lain, hal ini menunjukkan bahwa keluarga besar kepolisian mendukung penuh aksi sosial kemasyarakatan ini.

Kapolres Tasikmalaya, AKBP Dr. Wahyu Pristha Utama, S.H., S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa agenda ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri. Beliau menambahkan bahwa momen Hari Bhayangkara ke-80 menjadi kesempatan emas untuk membangun kepercayaan publik. Kemudian, beliau berharap kegiatan ini membawa manfaat langsung bagi kenyamanan jamaah.

Fokus Pembersihan Area Masjid Agung

Para personel memfokuskan kegiatan korve atau kerja bakti ini pada pembersihan fasilitas utama masjid. Mereka menyisir seluruh sudut ruangan, mulai dari tempat wudhu, halaman parkir, hingga ruang utama shalat. Selanjutnya, petugas mengangkut sampah-sampah yang menumpuk di sekitar area luar bangunan.

Melalui program Bakti Religi Polres Tasikmalaya, kenyamanan para jamaah saat beribadah diharapkan dapat meningkat secara drastis. Kebersihan tempat ibadah tentu akan mendukung kekhusyukan masyarakat dalam menjalankan shalat lima waktu. Selain itu, kolaborasi ini menciptakan sinergi yang kuat antara polisi dan warga sekitar.

Baca Juga :  Khitanan Massal Hari Jadi Ciamis 384, Saat Beban Ratusan Ribu Rupiah Lenyap dari Pundak Para Orang Tua

Selain membersihkan lingkungan, pihak kepolisian juga menyerahkan bantuan sarana kebersihan kepada Dewan Kemakmuran Masjid (DKM). Bantuan tersebut berupa alat pembersih lantai, sapu, dan tempat sampah modern untuk mendukung perawatan harian. Oleh karena itu, bantuan ini memiliki manfaat jangka panjang bagi pengelola.

Apresiasi Pengurus DKM dan Sinergi Kamtibmas

Pengurus DKM Masjid Agung Mangunreja sangat mengapresiasi program Bakti Religi Polres Tasikmalaya yang menyasar tempat ibadah mereka. Mereka menyatakan bahwa bantuan alat kebersihan ini sangat membantu operasional harian pihak takmir masjid. Selanjutnya, pengurus berharap agar hubungan baik ini terus terjaga secara konsisten.

Kapolres menegaskan bahwa kehadiran polisi harus selalu memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi masyarakat luas. Tugas pokok kepolisian tidak hanya mencakup penegakan hukum dan menjaga ketertiban umum di jalan raya. Namun, aksi humanis seperti ini terbukti efektif dalam merangkul hati masyarakat.

Polres Tasikmalaya menjadikan momentum ini sebagai refleksi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik. Melalui pelaksanaan Bakti Religi Polres Tasikmalaya, nilai gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa kembali bersinar. Oleh karena itu, semua pihak merasa memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjaga keasrian lingkungan.

Penguatan Hubungan Ulama dan Umara

Kebersamaan antara ulama dan umara terlihat jelas sepanjang pelaksanaan kegiatan sosial di hari jumat ini. Dialog penuh kehangatan mengalir spontan di sela-sela aktivitas pembersihan lingkungan rumah ibadah tersebut. Kemudian, fenomena ini membuktikan bahwa tidak ada sekat pemisah antara polisi dan warga.

Polres Tasikmalaya memang terkenal sering meluncurkan program sosial kemasyarakatan yang menyentuh lapisan bawah. Akan tetapi, gaung agenda Bakti Religi Polres Tasikmalaya kali ini terasa jauh lebih istimewa bagi publik. Pasalnya, usia ke-80 menjadi tonggak sejarah baru bagi kematangan institusi Bhayangkara.

Baca Juga :  Potret Simpati Dr. Heri Solehudin Saat Berkunjung ke Rumah Gitta Griselda

Tantangan dalam menjaga keamanan wilayah Kabupaten Tasikmalaya ke depan tentu akan semakin kompleks. Oleh sebab itu, kesuksesan Bakti Religi Polres Tasikmalaya menjadi modal sosial yang penting bagi aparat setempat. Kedekatan emosional dengan warga akan memudahkan polisi dalam menjaga stabilitas keamanan.

Dampak Jangka Panjang bagi Masyarakat

Program Bakti Religi Polres Tasikmalaya memberikan dampak positif yang nyata bagi kemakmuran fasilitas ibadah umat. Jamaah kini dapat beribadah dengan lebih khusyuk berkat kondisi lingkungan yang jauh lebih resik. Sementara itu, para pemuda masjid mengaku terinspirasi untuk meniru aksi gotong royong ini.

Kapolres mengharapkan semangat pengabdian tanpa pamrih ini tetap melekat dalam jiwa setiap anggotanya. Setiap tindakan humanis di lapangan akan menaikkan citra positif institusi kepolisian di mata publik. Oleh karena itu, keteladanan seperti ini wajib menjadi budaya kerja yang terus lestari.

Secara keseluruhan, kesuksesan agenda Bakti Religi Polres Tasikmalaya membuktikan bahwa pendekatan humanis adalah kunci keharmonisan. Lingkungan tempat ibadah yang bersih melambangkan kesucian hati para hamba dalam mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Semoga momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini membawa berkah melimpah untuk Tasikmalaya.

Tinggalkan Balasan

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari RubrikJabar.com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca